Dari Tukang Ojek sampai Pegayuh Becak, Kondisi Kesehatannya Dicek secara Rutin

*Berikan Pelayanan Prima kepada Penumpang
SOLO,terminaltirtonadi.com Pengelola Terminal Tipe A Tirtonadi Surakarta benar-benar  menomorsatukan kualitas pelayanan. Tak hanya kepada penumpang yang saban hari memakai fasilitas umum yang dikelola pemerintah pusat tersebut. Pihak-pihak yang terlibat langsung dengan aktivitas kedatangan dan keberangkatan bus pun amat diperhatikan. 
Di antara perhatian khusus yang diterapkan pengelola terminal terhadap penyedia jasa transportasi seperti, tukang ojek, pengayuh becak, sopir taksi, kuli gendong,   adalah tingkat kesehatannya. 
Para penghuni terminal yang menggantungkan hidup dari limpahan penumpang ini secara rutin dicek kesehatannya secara rutin dan gratis.
Seperti pengecekan kesehatan yang diselenggarakan pengelola terminal bekerja sama dengan pihak ketiga yang melibatkan mahaiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta beberapa waktu lalu. 

Baca : Pengelola Objek Wisata Perlu Sediakan Tempat Istirahat bagi Sopir Bus Wisata

Baca : Publik Rindu Transportasi Umum

Sebanyak 50-an orang diperiksa kesehatannya bergiliran. Metodenya adalah mereka ditimbang berat badannya, lalu  diambil contoh urinenya untuk diperiksa kesehatannya.
“Ada 50-an orang mulai dari pengayuh becak, tukang ojek, sopir taksi dan lain-lain yang antre diambil sample urinenya. Sample ini akan diteliti di laboratorium.
“Mereka akan kita lihat tingkat kesehatan cairannya (status dehidrasi). Setelah sample urine diteliti di labotatlrium,” terang  Bekti Nugraheni, mahasiswi tingkat akhir Jurusan K3 Fakultas Kedokteran UNS.
Bekti menambahkan, peserta cek kesehatan ini juga diminta data dirinya di lembar reponden. Nama, alamat, usia dan bobot tubuh ditulis secara detail. 
 
cek-kesehatan-tirtonadi2

Simak : Kearifan Lokal Kunci Menuju Terminal Tipe A Wow Lebih Keren

Setelah hasil laboratorim keluar, mereka yang terdata akan diberi hasilnya, termasuk menerima angket kerahasiaan (lembar responden).
Bekti mengungkapkan, tahap awal baru sekitar 50 orang yang diambil contoh urinenya. 
Sementara itu Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto membenarkan adanya kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengecekan kesehatan bagi tukang ojek, sopir taksi, pengayuh becak di terminalnya. Menurut juga kondisi kesehatan tukang ojek, sopir taksi, pengayuh becak dan penghuni terminal lainnya harus senantiasa dalam kondisi prima. Karena mereka menjadi yang terdepan dalam memberikan pelayanan kepada penumpang dan masyarakat.
“Iya kemarin itu ada pemeriksaan kesehatan dari mahasiswa Fakultas Kedokteran. Cek kesehatan dimulai dari pukul 08.50- 12.00. Tujuanya ada memberikan pelayanan cek kesehatan gratis tukang ojek, sopir taksi, pengayuh becak dan penghuni terminal lainnya ,” imbuh Joko. (Red)

Kunjungi juga : Pemerntah Renovasi Puluhan Terminal Bus Tanah Air

Leave a Reply