Nomor Wahidkan Pelayanan Penumpang

 
SEJAK satu dekade ini Terminal Tirtonadi Surakarta terus menjadi perbincangan masyarakat di Tanah Air. Mulai dari bangunan dan fasilitasnya yang megah. Lalu keberhasilan mengubah paradigmanya yang dulu terminal dikenal yang tempat yang kumuh, kotor, banyak calo bahkan sarangnya pelaku kriminal. Dan kini terminal menjelma menjadi pusat pelayanan masyarakat yang nyaman, aman, bersih, bebas pungli. 
Terminal Tirtonadi mulai mentasbihkan diri dengan pelayanan yang leih modern dan terbaik. Tak tanggung-tanggung pelayanan dan fasilitas penumpang tak kalah dengan stasiun, bahkan bandar udara sekalipun. Perubahan ini dipicu oleh Kebijakan Pemerintah Pusat dalam hal ini Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian perhubungan RI yang menghendaki terminal sebagai salah satu pusat pelayanan penumpang yang lebih manusiawi dan tentunya lebih woow
Dibalik kiprah dari perubahan sistem zaman old ke sistem zaman now ini. Ada satu sosok yang senantiasa menggawangi konsep. Dia adalah Koordinator Satuan Pelayanan Terminal (Koter) Tipe A Tirtonadi Joko Sutriyanto. Didapuk menjadi Koter Tirtonadi seusai terminal diambil oleh pemerintah pusat. Joko terus menghidupkan nafas-nafas pelayanan prima ini.

Baca : Tirtonadi Bersolek, Simak Karya Anak Bangsa

Baca : Kenyamanan dan Keamanan Penumpang Jadi Prioritas Pengelola Terminal Tirtonadi

Bukan hal muda bagi mantan Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mangkang Semarang dan pegawai atau staf di terminal tipe A ini mengubah cap terminal yang terlanjur burung dalam tanda petik. 
Perubahan tatanan yang paling mendasar ini terkadang berbenturan dengan penghuni di terminal yang lebih mementingkan urusan perut. Oleh karena itu, pria kelahiran Yogyakarta 2 Januari 1965 mengaku ada metode-metode khusus yang dia laksanakan untuk mencapai tujuannya. 
Layaknya meniti anak tangga, selangkah demi selangkah walupun berat dan menanjak harus dilalui untuk menuju puncak. Mulai dari pelaku-pelaku di terminal seperti kru bus, pedagang/pemilik kios, tukang ojek, sopir taksi, pengemudi becak, sampai dengan asongan terus disosialisasi dengan sistem baru.
Cara itu adalah dengan pendekatan-pendekatan yang humanis, manusiawi dan berusaha keras merebut hati pemangku kepentingan ini yang di ke depankan.

Baca :Publik Rindu Transportasi Umum

“Ya memang tidak mudah merubah mindset ini, tapi kalau tidak dicoba dan tidak dilaksanakan terminal tidak akan berubah,” beber sosok yang tinggal di Gondang Wetan, Manahan Surakarta tak jauh dari tempatnya berdinas ini.  
 
Potensi dan tantangan 
 
Mantan Kasubang UPTD Terminal Tirtonadi (sebelum menjadi Terminal Tipe A) ini wajib memahami betul orang-orang dalam terminal, pun demikian para penghuni terminal. Ia juga harus memegang secara detali kondisi internal dan eksternal terminal, data potensi maupun tantangan yang bakal dihadapi jangka pendek, menengah dan jangka panjangnya.
Koordinator Satuan Terminal Tirtonadi, Joko Sutriyanto juga tak segan meminta pendapat dari pakar, tokoh, pejabat di lingkungan Pemkot Surakarta dan bahkan awak media untuk mencari solusi tertepat dan tercepat dalam upaya terus mensejajarkan pelayanan di terminal dengan pelayanan di stasiun/bandara. 
 
libur-natura-20181
Gebrakan-gebrakan terus dilakukan mulai dari pelayanan toilet yang harus bersih, wangi, namun gratis. Hingga tempat ibadah di masjid yang harus nyaman dijadikan tempat ibadah, tapi bukan sebagai tempat bermalam penumpang. Saluran informasi keluar dan ke dalam terminal juga terus dibenahi dengan diampu oleh staf-staf terdidik dan berpengalaman. Bahkan kemajuan teknologi seperti internet juga diaplikasi dengan membuka saluran informasi di media sosial, seperti facebook, no whatsapp petugas terminal dan nomor pribadinya, dan website. Awak media/reporter pun dirangkul dengan diberi tempat khusus di terminal untuk menyebarkan informasi-informasi terkini kepada masyarakat. 

Baca : Kearifan Lokal Kunci Menuju Terminal Tipe A Wow Lebih Keren

“Semua kebijakan-kebijakan itu diambil dan disosialisasikan kepada petugas dan penghuni terminal agar dijalankan dan ditaati. Dengan begitu, penghuni terminal bisa nyaman demikian pula para penumpang,” ungkapnya. 
 
Faktor ketepatan waktu 
 
Profil yang pembawaannya tenang ini mengungkapkan, upaya-upaya tersistem dan terkoordinasi itu terus digebernya untuk menjaga konsistensi pelayanan di terminal agar tidak tercecer dari pelayanan serupa di stasiun kereta apa atau bandar udara yang sebelumnya jauh lebih maju dan modern. 
Kendati demikian, ia yakin pelayanan di terminal yang diampunya tidak akan pernah kalah. 
“Dari sisi pelayanan, keamanan dan kenyamanan terminal ini tidak kalah dengan stasiun dan bandara. Namun untuk ketepatan waktu pengantaran penumpang memang masih menjadi kendala. Mengingat pelayanan penumpang ini masih berhubungan dengan pelaku usaha transportasi yang kebanyakan dipegang oleh perorangan. Pengantaran penumpang pun masih berhadap-hadapan dengan traffict lalu lintas, sehingga ketepatan bus penumpang sampai tujuan ini masih menjadi tantangan terbesar,” imbuhnya. 

Simak : Ada Kenaikan Signifikan Penggunaan Skybridge Tirtonadi-Balapan

Joko menambahkan pekerjaan rumah terbesar saat ini adalah menghidupkan lagi gairah masyarakat agar memakai sarana prasarana transportasi massal yakni bus. Menurunya minat masyarakat memakai bus memang dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti kemudahan mendapatkan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil. Alat transportasi udara dan kereta api yang menjanjikan ketepatan waktu dan kenyamanan juga bisa mempengaruhi penumpang. Hal yang terbaru adalah kemudahan masyarakat memakai alat transportasi online. 
“Faktor-faktor ekseternal inilah yang memberikan dampak terbesar kenapa pemakai alat transportasi bus menurun drastis.”
Joko optimistis semenjak pemerintah pusat melakukan berbagai gebrakan seperti membentuk badan baru yang mengelola terminal. Lalu membenahi secara fisik dan manajemen di terminal tipe A, lambat laut penumpang bus akan pulang kampung untuk kembali lagi ke terminal. Setidaknya yang ada sekarang ini adalah terminal tipe A di seluruh Indonesia sudah merubah cap nya menjadi terminal yang nyaman, aman, dan bersih. (red)

Kunjungi : Ini Dia Srikandi-Srikandi Tirtonadi

 
 
 
 
 

Leave a Reply