Odong-odong Jangan Beroperasi di Jalan Umum

odong-odong-2


(terminaltirtonadi.com) – UU No 22/2009/tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) telah mengatur persyaratan teknis dan laik kendaraan bermotor (pasal 48).
 Saat ini banyak berseliweran kendaraan bermotor tempelan atau odong-odong yang banyak digunakan masyarakat untuk angkut orang dalam berbagai kepentingan.

Namun kendaraan ini jelas melanggar unsur keselamatan berkendaraan dan rawan kecelakaan.
Setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknik dan laik jalan. Persyaratan teknis berupa susunan, perlengkapan, ukuran, karoseri, rancangan teknis kendaraan sesuai dengan peruntukannya, pemuatan, penggunaan, penggandengan kendaraan bermotor, dan penempelan kendaraan bermotor.

BACA : Djoko Setijowarno : Mengelola Muatan Lebih


Persyaratan lain berupa emisi gas buang, kebisingan suara, efisiensi sistem rem utama, efisiensi sistem rem parkir, kincup roda depan, suara klakson, daya pancar dan arah sinar lampu utama, radius putar, akurasi alat penunjuk kecepatan, kesesuaian kinerja roda dan kondisi ban, dan kesesuaian daya mesin penggerak terhadap berat kendaraan.

Pengujian kendaraan bermotor berupa uji tipe dan uji berkala. Uji tipe dilaksanakan oleh pemerintah yang dalam keadaan lengkap telah lulus uji tipe diberi sertifikat uji tipe. 
Juga rumah, bak muatan, kereta gandengan, kereta tempelan dan.modifikssi tipe kendaraan bermotor yang telah lulus uji tipe diterbitkan surat keputusan pengesahan rancang bangun dan rekayasa. 
Sebagai bukti diberikan tanda bukti sertifikat registrasi uji tipe.

Uji berkala atau KIR wajib untuk mobil penumpang umum, mobil bus, mobil.barang, kereta gandengan, dan kereta tempelan yang dioperasikan di jalan. Uji KIR dapat dilakukan pemda, ATPM atau pengujian swasta yang mendapatkan izin dari pemerintah.
Ada ancaman pidana bagi yang melanggar uji tipe, yakni pidana penjara maksimal 1 tahun atau denda maksimal Rp 24 juta (pasal 277). 
Odong-odong harus dilarang operasi di jalan umum, karena tidak ada uji tipe dan uji laik kendaraan. 
Polisi lalu lintas harus bertindak segera dan masyarakat harus sadar jika menggunakan odong-odong tidak dijamin keselamatannya.

SIMAK JUGA :  Daftar Nama Terminal Bus Legendaris di Indonesia


Dikirim oleh : *Djoko Setijowarno, Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia

Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu…
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/tirtonadisolo)

Post Author: admin

Leave a Reply