Beroperasinya KA Bandara Kedua Terbesar di Indonesia

 
(JAKARTA,terminaltirtonadi.com) – Hari ini sudah dimulai operasi Kereta Bandara Soekarno Hatta. Kereta bandara ini beroperasi untuk yang kedua, setelah dulu ada kereta Bandara yang melayani lintas Bandara Kualanamu-Medan Juli 2013.
 
Jika disimak, jalur KA Bandara Soekarno Hatta merupakan salah satu dari jalur kereta bandara. Satunya, jalur yang melewati Kawasan Pluit terus masuk Kota Jakarta, tanpa ada stasiun antara untuk berhenti. Namun untuk membangun jalur ini butuh biaya yang tidak sedikit dan APBN tidak sanggup memenuhinya. Kemudian ditawarkan pada swasta, hingga kini belum ada yang berminat.
 
Sementara PT KAI memiliih jalur yang berhenti di beberapa stasiun milik PT KAI dan menggunakan sebagian jalur KRL Jabodetabek milik mereka sendiri. Dihitung lebih irit dan lebih cepat terbangun.
 
kereta-bandara-soeakarno-hatta
 
Targetnya tahun 2014, namun molor hingga tiga tahun dari jadwal rencana. Masalah pembebasan tanah selalu menjadi persoalan pelik di negeri ini. 
 
Walau demikian, PT KAI mengambil inisiatif untuk memberi kesempatan bekerja bagi keluarga yang lahannya terkena pembebasan lahan untuk bekerja di PT KAI. 

BACA : Djoko Setijowarno : Bisnis tidak Sehat dan Tarif Wajar

Jadi, selain dapat ganti lahan juga ada kesempatan bekerja di PT KAI. Bisa jadi model ini menjadi cara baru untuk menarik simpati pemilik lahan untuk melepas tanahnya. Tapi setelah lahan terjual, masih bisa bekerja di perusahaan yang membeli lahan mereka. Model ini dapat diterapkan untuk proyek-proyek pemerintah yang lain. “Menjaga keseimbangan, mengurangi kecemburuan sosial.
 

Tarif KA 

Besaran tarif bisa jadi polemik, tinggi atau rendah. Perlu diketahui, transportasi umum yang melayani ke dan dari Bandara Soekarno Hatta sudah ada taksi dan bus bandara. Sebagai transportasi umum baru, selayaknya memilih besaran tarif di antara tarif taksi dan bus bandara.
 
Tarif tersebut diupayakan tidak mengurangi begitu besar pengguna bus dan taksi, namun dapat mengalihkan penumpangbdan pekerja rutin menuju dan dari Bandara Soekarno Hatta.
 
interior-kereta-bandara-soeakarno-hatta
 
Dengan demikian ketersediaan lahan parkir di bandara bisa berkurang.
 
Lantas, jika Kawasan Sudirman sudah menjadi TOD, nanti kendaraan pribadi cukup parkir di stasiun pinggiran. Dengan menggunakan kereta yang ada, bisa beralih moda di Stasiun Sudirman.
 
Kalau Stasiun Manggarai sudah selesai, bisa operasi kereta bandara ini berawal dan berakhir di sini. Cuma sekarang sedang tahap pembangunan Stasiun Manggarai yang baru dan diharapkan bisa beroperasi tahun 2019. 
 
Ke depan akan menjadi stasiun pusat terbesar dan teramai di Jakarta.

BACA : Djoko Setijowarno : Waktunya Paradigma Transportasi Umum Berubah

Stasiun Batuceper dapat terkoneksi dengan Terminal bus Poris Pelawad yang berada di Kota Tangerang. Cukup dibangun jembatan penghubung (skybridge) sejauh kurang dari 100 meter.
 
interior-kereta-bandara-soeakarno-hatta
 
Yang perlu dicermati jangan sampai terjadi kereta anjlog di jalur yang bersama dengan KRL Jabodetabek. Pasti akan mengganggu operasi perjalanan.
 
Seperti halnya penumpang yang akan ke Bandara Soekarno Hatta, bisa menprediksi waktu perjalanan, sehingga tidak terlambat menggunakan  pesawat terbang.
 

Branding 

Hanya dengan mengandalkan pendapatan dari penumpang, pasti tidak bisa segera menutup operasional dan modal pembangunan infrastruktur dan pengadaan sarana. Oleh sebab itu cara memanfaatkan aset seputaran operasional kereta lebih bijak dapat dilakukan.
 
Belajar dengan jalur monorel KL di Malaysia, semua stasiun dan sarana kereta dibranding untuk menambah pemasukan. Walau sebagian jalur tidak di dalam kota, pasti ada ide menarik untuk mencari pendapatan selain dari penumpang rutin. 
 
interior-kereta-bandara-soeakarno-hatta
 
Kereta Bandara sudah memberi pilihan publik ke dan dari Bandara Soekarno Hatta. Kekurangan pasti ada, pembenahan harus terus dilakukan.
 
Dalam hal pembelian tiket, pengelola KA Bandara harus flexible dan kreatif juga. Pengalaman KA Bandara Medan-Kualanamu occupancy nya rendah. Kalau target raih pekerja perlu skema tarif langganan. Juga untuk bisa raih target penumpang ada tarif khusus. Jika penumpang berombongan lebih dari  dari 3 orang, dapat tarif khusus. Pasalnya,  berpergian lebih dari 3 orang lebih memilih sewa kendaraan atau taksi. Lebih baik terjual dengan tarif murah yang penting ada revenue daripada kereta kosong.
 
Dikirim oleh : *Djoko Setijowarno, Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia
 
Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu…
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/tirtonadisolo)

Post Author: admin

Leave a Reply