Djoko Setijowarno : Waktunya Paradigma Transportasi Umum Berubah

djoko-setijowarno

(SALATIGA,terminaltirtonadi.com) – Kegagalan menata transportasi umum di daerah telah menimbulkan kegaduhan. Sekarang ini muncullah transportasi umum daring. Jenis transportasi yang memanfaatkan kecanggihan teknologi, murah dan terjangkau. Bak jamur yang tumbuh di musim penghujan, transportasi semacam ini menjamah wilayah-wilayah bahkan sampai pedesaan.  
Karena publik menginginkan layanan transportasi umum mendekat kawasan permukiman. “Andai berjalan kaki, tidak lebih dari 500 meter. Transportasi umum daring menawarkan solusi itu.”
Kebutuhan layanan yang diidam-idamkan publik ini ditangkap segelentir orang dan kini pasar yang bagus itu dikuasi transportasi umum daring, dan sekali lagi ini karena lambat diantisipasi pemerintah. 


Ketika sepeda motor mudah dan murah mendapatkannya, jadilah sepeda motor menjadi sarana transportasi umum. Walau tidak masuk kategori transportasi umum dalam UU 22/2009 LLAJ.
Saatnya paradigma pendekatan membangun transportasi umum harus berubah.
Semula bisnis transportasi umum dengan mengandalkan setoran, sekarang harus membeli layanan (buy the service). Bukan lagi berorientasi pada pendapatan tapi pada pengguna. Rute menyesuaikan dengan kebutuhan publik.
Rute transportasi umum harus menjangkau penumpang yang berada di area permukiman.
Kendalanya, program transportasi umum tidak mendatangkan profit, tapi benefit. Sistem semacam ini kurang disukai kepala daerah. “Mereka lebih suka program bangun jalan yang jelas menghadirkan profit dalam jangka pendek.” Silahkan direnungkan. (*)

Dikirim oleh : *Djoko Setijowarno, Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia

Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu…
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/tirtonadisolo)

Post Author: admin

Leave a Reply