Bawen-Jogja : Keren Bila Jalan Raya Dilebarkan, Jalur KA Diaktifkan

tol-bawen-jogja.jpg
(SALATIGA,terminaltirtonadi.com) – Rencana pembangunan jalan tol Bawen-Yogya sudah masuk dalam 56 proyek baru di Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang Prepres No. 58 Tahun 2017. Fungsi dibangunnya jalan tol itu untuk mendukung Kawasan Borobudur sebagai  Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pada bagian lain di jalur yang sama sudah tersedia lahan jalur rel non-aktif Ambarawa-Magelang-Yogya yang merupakan bagian dari jalur rel Semarang-Yogya (156 km). Yang aktif lintas Semarang-Kedungjati (35 km) untuk jalur kereta penumpamg dan barang serta lintas Tuntang-Ambarawa-Bedono untuk  kereta pariwisata. Investasi membangun tol Bawen-Yogya diperkirakan mencapai Rp 10,72 triliun. Sementara aktifkan jalur rel (121 km) butuh sekitar Rp 4,8 triliun. Cukup separo dari ongkos bangun tol. 


Pengamat transportasi nasional Djoko Setijowarno menyampaikan, alangkah baiknya bila pemerintah menghidupkan kembali jalur non-aktif kereta api dan memperlebar jalan yang sudah ada. 
“Dengan begitu tidak ada pengurangan lahan produktif (diperkirakan untuk tol tersebut seluas 355 hektare). Tidak ada petani yang kehilangan mata pencaharian. Tidak timbul pengangguran. Tidak ada sumber mata air yang tertutup. Jika tidak dibangun jalan bebas hambatan,” tegas Djoko.
Pengurus pusat Masyarakat Transportasi Indonesia ini mengungkapkan, di Jateng, alih lahan produktif cukup tinggi. Terutama untuk pembangunan sejumlah waduk dan terkena Tol Trans Jawa.
Dosen di salah satau kampus terkenal di Salatiga ini meminta pengembangan wilayah terutama wisata bisa meniru kota yang lebih maju seperti Yogyakarta. Kota itu tidak membutuhkan tol untuk menopang pariwisata apalagi bisnis semata. 
“Tirulah DIY, tidak bangun tol dari Bandara NYIA (Kulonprogo)-Borobudur, tapi cukup lebarkan jalan yang ada. Tujuannya, agar ekonomi warga sepanjang jalan tersebut bisa ikut tumbuh,” tegasnya.
Dikatakan, lebih baik lebarkan jalan eksisting jadi 4 lajur Ambarawa-Magelang dan aktifkan jalur rel Bedono-Magelang-Yogya.
“Krisis energi, air dan pangan tidak semakin parah nantinya di Jateng,” tegasnya.(*)


Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu…
Klik juga 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/tirtonadisolo)

Post Author: admin

Leave a Reply