Gagal Paham Pengelolaan Terminal

 
(SOLO-terminaltirtonadi.com) Terminal adalah pangkalan kendaraan bermotor umum yg digunakan untuk mengatur kedatangan dan keberangkatan, menaikkan dan menurunkan orang dan/atau barang, serta perpindahan moda angkutan (UU LLAJ). Untuk kepentingan sendiri, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, dan swasta dapat membangun. Sesuai amanah UU 23/2014 tentang, Pemerintah Daerah, di bidang Perhubungan, terminal tipe A dan jembatan timbang dikelola pusat (Kemenhub).
Dari 143 terminal tipe A se-Indonesia, baru 97 terminal tipe A yang sudah diserahkan dan sekarang dikelola Kemenhub.
Berharap terminal ini saat mudik Lebaran 2017 sudah memberikan pelayanan prima bagi pemudik. Oleh sebab itu, sejak Januari 2017, semua terminal tipe A tidak dipungut retribusi bagi penumpang, sewa kios jualan, retribusi toilet. Gratis, karena belum ada aturan yang menarik retribusi seperti saat dikelola pemda.
gagal-terminal-paham-
Terminal yang nyaman dan bersih
Tapi sekarang koordinator terminal (dulu kepala terminal) berkewajiban menjaga kebersihan lingkungan terminal termasuk toilet yang bersih. Kesan terminal yang aman, nyaman dan selamat  menjadi prioritas yang harus dilakukan. Terminal harus bebas aksi premanisme. 
Semua kendaraan bus AKAP wajib diperiksa kondisi kendaraan Sebelum diberangkatkan (ramp check) oleh petugas di terminal tipe A. Hasil sekarang, kecelakaan bus AKAP ada penurunan.
Ada sejumlah kepala daerah yang belum menyerahkan Terminal tipe A ke Pemerintah pusat dengan berbagai alasan, seperti Kota Medan, Bandung, Surabaya, Tegal, Bekasi, dan Tangerang.
Justru kota-kota kecil meski kehilangan PAD, mau melimpahkan aset terminal tersebut  ke pusat. Sejatinya, terminal bukan semata sumber PAD tapi memprioritaskan kepentingan layanan publik dalam bertransportasi. Bisa saja terminal yang memiliki aset luas jadi kawasan kepengusahaan, tapi tidak meninggalkan fungsi pelayanan publik.
 
Gagal paham
 
Sejumlah daerah juga ada yang masih gagal paham tentang kelola terminal. Lahan terminal yang harus seluruhnya dilimpahkan ke pusat, tapi diberikan sebagian lahan.
Alasannya,  lahan yang tersisa akan dioperasikan Terminal tipe C dilokasi yang sama. Padahal yang namanya Terminal tipe A didalamnya ada pelayanan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP), angkutan antar kota antar provinsi (AKAP)  dan angkutan perkotaan/angkutan pedesaan (Angkot/Angdes).
paham-gagal-terminal
Terminal yang bersih dan terawat
 
Lagi-lagi, masih ada pemda yang sering gagal paham dalam pengelolaan transportasi (termasuk terminal). Tetapi mau dijadikan sumber PAD, tapi abaikan pelayanan. Transportasi adalah pelayanan publik bukan sumber pendapatan asli daerah. Dapat dijdkan sumber PAD, asal pelayanan warga menjd prioritas*.
Sejumlah aturan yang terkait dengan pengelolaan terminal sudah diterbitkan, seperti Permenhub 132 Tahun 2015 ttg Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan. Permenhub 37 tahun 2015 tentang SPM Terminal Angkutan Jalan, Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK 5924/AJ 005/DRJD/2016 ttg Stabdar Operasional Prosedur Pengoperasian Terminal Penumpang Tipe A. Transportasi sudah merupakan kebutuhan dasar warga selain sandang, pangan, perumahan, pendidikan dan kesehatan. (*)
 
terminal-gagal-paham
Terminal tersedia tempat ibadah
gagal-paham-terminal
Kebersihan syarat utama terminal Tipe A
 
Oleh : *Djoko Setijowarno, Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia

Post Author: admin

Leave a Reply