Eko Agus Susanto, Berbuka dan Sahur di Terminal




(SOLO-terminaltirtonadi.com) Meski pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 2014 baru akan menginjak hari pertama dimulai pekan ini. Tetapi jauh-jauh hari istri dan dua putri Eko Agus Sulistyo sudah dipulangkan ke rumah orang tua di Madiun, Jawa Timur. Kepala Terminal Tirtonadi Surakarta itu, bahkan telah merancang ulang ruang kantornya di kompleks terminal untuk dijadikan tempat tidur sementar. Keputusan itu diambil Eko sapaanya, agar selama bertugas menyambut kedatangan bulan suci umat Islam sekaligus ajang tahunan mudik Lebaran tidak ada persoalaan lagi. 

eko-agus-susanto


“Rumah saya di Perum Bumi Wonorejo Indah (Gondangrejo, Karanganyar) kosong setelah anak istri mudik ke orang tua saat libur sekolah lalu. Jadi tempat tinggal selama ramadan ini di terminal,” katanya.
Lalu bagaimana dengan makan, mandi, cuci dan kebutuhan kakus ? Pria kelahiran, Madiun 16 September 1975 juga sudah mengantisipasinya. Persoalan kebutuhan sahur dan berbuka puasa bisa ditunaikannya di kantor. 
“Di sini (terminal) banyak kios makan, nanti bisa berbuka dan sahur bersama petugas yang piket,” katanya. Khusus kebutuhan pakaian dinas, dan pakaian keseharian, lulusan Magister Ekonomi Studi Pembangunan UNS ini menyerahkan kepada laundry (jasa cuci pakaian) di sekeliling terminal. 

Baca : AM Churi Berjasa Ungkap Jaringan Copet Terminal

“Pakaian kotor nanti diambil laundry, sedang keperluan mandi bisa di terminal,” imbuhnya. 
Suami Tituk Gustri ini mengaku sudah sejak 2011 menjalani sebulan puasa sambil sambil bekerja mengatur terminal. Ada sekitar 190 petugas UPTD  Terminal termasuk dirinya yang juga menjalani hal yang sama. “Petugas yang ada dibagi pertiga shift, libur pas turun piket saja. Kalau saya sama Kasubag TU ya tetap bekerja sampai hari H+7,” urainya.

Kepuasan 

Untungnya, ayah dari Salsabila Dinda D, Naila Ansari D tidak terlalu mempermasalahkan kesibukannya. Bahkan keluarga cenderung mendukung. Walapun awal-awalnya yakni 2008, keluarga kadang mengeluh kerena sering ditinggal bertugas. Waktu ia menjadi ajudan sekda dan mendampingi kemanapun perginya. “Ya sering kena protes, tetapi lambat laun keluarga paham dengan pekerjaan saya,” papar penghobi bersepeda ini. 
Pria yang menjabat kepala terminal sejak 2013 ini mengaku menjalankan ibadah puasa sambil melayani penumpang dan kru bus memberikan kepuasan. Sehari menahan lapar dan haus pun tidak terasa. “Pernah saat bertugas bersama mantan kepala terminal (almarhumah) MV Djamilla, tidak sempat sahur dan langsung bertugas seharian, padahal kurang tidur. Tetapi karena harus mengatur kedatangan riburan penumpang rasa lapar, mengantuk tidak terasa. Ini semacam mukjizat,” katanya. (*)
Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu…
Klik juga 
Like fanpage (https://www.facebook.com/Terminal-Tirtonadi-Solo-136966650170977/)

Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/tirtonadisolo)

Post Author: admin

Leave a Reply