BERTA TERPOPULER

Saatnya Skybridge Dibuka 24 Jam Penuh

skybridge-solo-3

SOLO,terminaltirtonadi.com - Sejak beroperasi Juni 2017 sampai sekarang fasilitas jembatan penyeberangan manusia yang menghubungkan Terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan Solo mulai diminati oleh penumpang. 
Tercatat dalam sebulan saja, ada ratusan orang lebih melintasi jembatan ini, baik melalui Stasiun Balapan maupun dari Terminal Tirtonadi. 
Fasilitas penghubung intermoda angkutan umum ini mulai dirasakan manfaatnya. Bila dulu, masyarakat beranggapan berjalan kaki dari terminal menuju stasiun atau sebaliknya bakalan capek karena jauh, apalagi sambil membawa barang tentengan. Tetapi setelah pihak Terminal Tirtonadi menyediakan kereta kecil dorong (troli) beban membawa barang bawaan terkurangi, jalan kaki lebih ringan dan menyehatkan.
Pemandangan dari atas jembatan kawasan di sekitar terminal dan stasiun juga tidak kalah bagus. Pemandangan ini bisa menghibur dan menyingkirkan rasa pegal berjalan kaki. 
Nah, lalu siapa saja mereka yang bisa menikmati pelayanan skybridge ini ? 
Koordinator Terminal Tirtonadi, Joko Sutriyanto kepada terminaltirtonadi.com menjelaskan, ada dua jenis calon penumpang yang diizinkan melintasi skybridge ini. Pertama, penumpang KA yang turun di Stasiun Balapan lalu hendak melanjutkan perjalanan dengan menggunakan transportasi bus. Penumpang jenis ini diizinkan melintasi skybridge. 
Baca : Nyamankan Rest Area Digalakan Penghijuan di Terminal Tirtonadi
Simak : Resmi, HMSI Buka Bengkel di Terminal Tirtonadi
Kedua calon penumpang KA yang masuknya melalui Terminal Tirtonadi dengan mengikuti ketentuan, calon penumpang bisa menunjukkan tiket kereta kepada petugas yang berjaga di pintu masuk skybridge. 
Khususnya calon penumpang yang hendak masuk ke Stasiun Balapan melalui skybridge harus melintasi dua kali proses screening, yakni di pintu utama skybridge lantai dua sisi timur terminal. Satu lagi screening atau boardingpass petugas keamanan stasiun antara perbatasan skybrigde yang masuk wilayah Terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan.
"Jadi memang ada dua kali pengecekan petugas supaya bagi calon penumpang yang hendak masuk stasiun," beber Joko. 

Wacana beroperasi penuh 

Alasan mengapa sampai ada proses screening berjenjang semacam itu ?
Menurut Joko, tahapan itu menyesuaikan standar operasional skybridge yang sudah ditentukan sesuai dengan kesepakatan bersama. Tidak lain adalah  memastikan hanya penumpang dan calon penumpang bertiket yang boleh keluar masuk kawasan tersebut. Alasan lain adalah demi menjaga kemanan, ketertiban dan kebersihan. "Bentang jembatan yang dibiayai oleh kas negara ini cukup panjang, keamanan dan kenyamanan calon penumpang dan penumpang tetap menjadi prioritas." 

skybridge-solo4

Pada bagian lain, pengamat transportasi nasional, Djoko Setijowarno sepakat bila faktor keamanan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas dalam operasional skybridge ini. Pendapatnya itu didasarkan, pada pelayanan skybridge yang sudah berjalan selama satu tahun lebih. Apalagi informasi dari pengelola terminal, tingkat keamanan sudah 100 persen, di mana angka kriminalitas atau gangguan kamtibmas nihil.
Baca : Daftar Nama Terminal Bus Legendaris di Indonesia
Staf pengajar di Unika Soegijapranata ini memberikan dukungan dan sepakat dengan wacana ke depan skybridge dibuka selama 24 jam penuh.
"Asalkan faktor keamanan sudah terpenuhi, kenapa tidak skybridge dibuka 24 jam penuh," kata pengurus pusat Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat  ini.
Perlu diketahui, Skybridge ini membentang 653 meter, tinggi tiang jembatan lima meter. Kementerian Perhubungan sebagai pihak yang membangun bentang jembatan sepanjang 437 meter dan PT Kereta Api Indonesia yang membangun tiang-tiangnya. (admin)
Simak : Bandara Matak untuk Akses Menuju Anambas