Breaking News

Prestasi Tak Biasa, Churi Tangkap 321 Pencopet

copet-churi

SOLO,terminaltirtonadi.com - Diakui terminal dulu identik dengan copet jambret dan maling. Bagi sebagian masyarakat, terminal merupakan tempat yang ditakuti karena banyak oknum-oknum tersebut. Pun demikian dengan Terminal Tirtonadi Solo. Namun semenjak A Muhailil Churi bertugas di sana hingga sekarang, termina bertipe A ini bersih dari kejahatan pencopetan. 
Menurut pengakuan Churi sapaannya, dulu copet beraksi karena penumpang yang turun dari bus kurang berhati–hati dan belum waspada.
“Memang, sebagian masyarakat menganggap terminal tempat yang banyak pencopet, hal itu tak bisa dipungkiri. Namun kewaspadaan dan kehati-hatian merupakan hal utama bagi setiap penumpang. Kami sebagai penegak keamanan terus berpatroli meminimalisasi tindak kejahatan yang ada di terminal,” ungkap pria yang saat ini menjadi Staff Keamanan Terminal Tipe A Tirtonadi Solo.
Berangkat dari dedikasi tersebut pihaknya berupaya merubah paradigma masyarakat terhadap ketakutannya berada di terminal. Sehingga tugas patroli dan kewaspadaannya terhadap pencopet selalu diutamakan.
“Beberapa copet akhirnya mengenal saya, sehingga saat mereka datang ke terminal saya sering tegur untuk tidak beraksi. Selain itu beberapa copet sering saya arahkan untuk meninggalkan pekerjaan negatif tersebut. Beberapa ada yang sadar dan dari ratusan orang yang pernah saya tangkap ada beberapa orang yang mulai membuka usaha kuliner di Solo,” kata pria kelahiran Lamongan, 29 September 1964 itu. 
Baca : Ini Dia Srikandi-Srikandi Tirtonadi 
Baca : Eko Agus Susanto, Berbuka dan Sahur di Terminal
Tangkap ratusan copet 

Sebagai anggota keamanan, dirinya mengaku telah menangkap sekitar 321 pencopet sejak bekerja dari 1992-2018. Prestasinya tersebut mendapat penghargaan dari Polresta Surakarta, karena ikut mengamankan tempat publik dari orang-orang jahat.
“Dua kali saya diberi penghargaan dari Polresta setempat karena berhasil mengamankan terminal dari aksi pencopetan yang kerap terjadi. Hal itu tidak lain karena saya ingin menjaga kondusifitas serta keamanan penumpang selama di terminal,” ungkap Kholil sapaan akrabnya.
Dirinya menceritakan, pada tahun 1995 pernah dikeroyok tujuh pencopet lantaran mengamankan satu pencopet yang ketahuan mengambil hp penumpang. Saat itu dirinya dalam perjalanan kerja menuju terminal, sempat melihat hp salah seorang penumpang diambil, dirinya menangkap tangan pencopet. Seketika dua orang pencopet yang berada dibelakangnya memegang erat dan saat bus berhenti terjadi perkelahian.
“Kejadian itu yang selalu saya ingat, karena satu orang melawan tujuh copet. Awalnya saya kira hanya tiga, namun saat bus berhenti di perempatan Ngemplak, empat lainnya turun dan menghajar saya. Tidak ada yang menolong saat itu, namun karena saya memiliki tugas, tujuh orang tersebut saya tumbangkan dan saya bawa ke Terminal Tirtonadi untuk diurus pihak berwajib,” ungkapnya. (ham)
Kunjungilah : Skybride Turut Menghubungkan Terminal Tirtonadi dan Bandara Solo

No comments