BERTA TERPOPULER

Patok 3, Destinasi Wisata Unggulan Perbatasan di Sebatik



(SEBATIK,terminaltirtonadi.com)-Jika mengunjungi Pulau Sebatik, tidak lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi Patok 3. Patok 3 cukup dikenal sebagai kawasan jalur perdagangan tradisional Pulau Sebatik (Indonesia)-Kota Tawao (Malaysia) sejak lama sebelum adanya dermaga yang dapat didarati kapal-kapal besar.
sebatik-wisata

Patok 3 adalah salah satu patok perbatasan Indonesia dan Malaysia yang bisa dikunjungi dari sejumlah patok yang ada di Pulau Sebatik. Sedangkan patok yang lain jauh dari permukiman penduduk dan sulit menjangkaunya, karena berada di kawsan hutan.
Patok ini terketak di Kawasan permukiman penduduk Aji Kuning. Ada rumah penduduk yang terbelah, beranda berada di wilayah Indonesia, sedangkan dapur masuk wilayah Malaysia. Dijaga anggota TNI yg menempati pos jaga sederhana, setiap pengunjung dapat mengisi buku daftar tamu. Terlebih bagi warga yang akan menyeberang ke negara tetangga, Malaysia.


Tahun 2009 tepatnya 17 Agustus, dibangun Tugu mini bertuliskan Kokohkan Merah Putih di Tapal Batas Sebatik yang ditandatangani Kapten AM Sudirman selaku Danramil Pulau Sebatik dan H Herman HB mewakili Tokoh Masyarakat Pulau Sebatik.
Kawasan Aji Kuning, sudah sejak lama menjadi jalur ekonomi, sehingga bisa sebagai lokasi keberangkatan warga Sebatik menuju Kota Tawao. Sabah (Malaysia). Dari kawasan ini merupakan jarak terdekat menuju negara tetangga. Tidak sampai 20 menit sudah tiba di Tawao. Dengan menggunakan perahu kecil kapasitas 5-7 orang dan setiap penumpang wajib menggunakan life jacket yang sudah disediakan. Jika ketahuan ada penumpang yang tidak menggunakan life jacket memasuki Kota Tawao, pihak keamanan Kota Tawao akan memberikan sangsi, paling tidak dilarang masuk wilayah Malaysia. Menyusuri alur sungai sebelum tiba di muara untuk selanjutnya melewati laut lepas menuju Kota Tawao.
Walau dengan kondisi yang minimalis, ada petugas imigrasi atau bea cukai. Pasalnya, cukup banyak barang-barang kebutuhan pokok dari Malaysia yang masuk ke Pulau Sebatik. Barang-barang kebutuhan pokok, mulai beras, gas, gula, minyak dibutuhkan sekali bagi warga Pulau Sebatik.
wista-perbatasan-sebatik

Warga Pulau Sebatik sering menyebut Merah Putih di dadaku, tapi Malaysia di perutku. Harus diakui, kebutuhan pokok keseharian warga Pulau Sebatik, sebagian besar masih tergantung dari Malaysia.
Ke depan, perlu lebih ditingkatkan dengan mendirikan kantor yang dilengkapi petugas imigrasi, bea cukai, karantina untuk mengawasi keluar masuk orang dan barang. Hal ini penting agar tidak terkesan ada kawasan di Indonesia yang tidak terpantau dan bebas keluar masuk ke luar negeri. Terlebih barang-barang yang dianggap ilegal. Yang lebih berbahaya lagi jika yang masuk narkoba dari Malaysia.
Kawasan Patok 3 bisa menjadi destinasi wisata Pulau Sebatik jika dikelola lebih baik.(*)


wisata-sebatik

Dikirim oleh : *Djoko Setijowarno, Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia

Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu...
Klik dan Like juga fanpage (https://www.facebook.com/Terminal-Tirtonadi-Solo-136966650170977/)
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/tirtonadisolo)