Memprihatinkan Justru Truk Milik BUMN dan BUMS Rusak Jalan *

truk-muatan-berat.jpg
(SALATIGA,terminaltirtonadi.com) Mulai 3 September 2017 dilakukan pengoperasian 7 jembatan timbang di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), pasca diambil alih Ditjenhubdat, Kemenhub. Pengambilalihan operasional jembatan timbang berdasarkan UU 22/2014 tentang Pemerintah Daerah, bersama juga dengan Terminal Tipe A.
Kemenhub diamanahkan untuk mengoperasikan 141 UPPKB di seluruh Indonesia. Semuanya dikelola pemda berdasar perda masing-masing daerah. Pengoperasian jembatan timbang berdasarkan Permenhub. Nomor 134 Tahun 2015.
Ketujuh UPPKB yg dioperasikan adalah 3 di Sumatera dan 4 di Jawa. UPPKB Seumadam (Kabupaten Aceh Tamiang, NAD), UPPKB Sarolangun, Jambi) dan UPPKB Senawar Jaya (Kabupaten Musi Banyu Asin, Sumatera Selatan) di Sumatera.
Di Jawa adalah di jalur pantura UPPKB Losarang (Kabupaten Indramayu, Jabar) dan UPPKB Widang (Kabupaten Tuban, Jatim), di jalur pansela UPPKB Wanareja (Kabupaten Wanareja, Jateng) dan UPPKB Widodaren (Kabupaten Cilacap, Jateng).
Hasil pengoperasian September hingga Oktober di tujuh UPPKB, ada 309.500 kendaraan yang lewat. Hanya 75.307 kendaraan (24%) yang masuk UPPKB. Selebihnya, 234.193 kendaraan (76%) tidak masuk UPPKB.
berat-truk-muatan.jpg
Dari kendaraan yang masuk tersebut, sebanyak 23.409 (31,08%) kendaraan tidak melanggar. Sisanya, 51.893 (68,91%) kendaraan melanggar.
Jenis pelanggaran meliputi aspek daya angkut 54,66%, dimensi 16,27%, dokumen 23, 94%, tata cara muat 3,16%, dan persyaratan 5,02%.
Pelanggaran daya angkut untuk kelebihan muatan 5%-20% (8,4%), kelebihan muatan 21%-50% (17,6%), kelebihan muatan 51%-100% (25,10%) dan kelebihan muatan 100% sekitar 16,00%.
Lokasi UPPKB Widang merupakan tertinggi presentase kategori data angkut, yakni terletak di pantura. Kendaraan paling banyak masuk juga di UPPKB Widang. Pantura masih paling tinggi sebagai jalur lalu lintas logistik lewat darat.
Ada 25 perusahaan yang kerap melakukan pelanggaran. Lima diantaranya BUMN, yaitu PT Semen Indonesia, PT Pupuk Indonesia Holding Company, PT Semen Gresik, PT Petrokimia Gresik dan Perum. Perhutani.
BUMN sebainya bisa memberi contoh untuk tidak memaksakan kelebihan muatan.
Kelebihan muatan ini perlu dilakukan penindakan, baik secara hukum, ekonomi, dan kesisteman. Sopir truk jangan dijadikan tumbal kelebihan muatan, tapi pemilik barang lah yang sebenarnya dapat dikenakan sangsi. Pembenahan standar operasional di UPPKB bisa segera dilakukan. 
muatan-berat-truk.jpg
Daftar Perusahaan pemilik barang yang sering memuat.

1. PT Semen Indonesia,
2. PT Pupuk Indonesia Holding Company,
3. PT Semen Gresik, 
4. PT Petrokimia Gresik
5. Perum. Perhutani
6. PT Holcim Indonesia
7. PT Indocement Tunggal Perkasa
8. PT Indofood Sukses Makmur
9. PT Arwana Citramulia
10. PT Bakrie Building Industries
11. PT Coca Cola Indonesia
12. PT Tjakrindo Mas
13. PT Media Planet Indonesia
14. PT Waru Abadi
15. PT Janti Sarana Material Beton
16. PT Varia Usaha (Semen Gresik Group)
17. PT Angsa Daya (keramik IKAD)
18. PT Sinar Indochem
19. PT Sinar Karya Duta Abadi
20. PT Sinar Sosro
21. PT Tirta Investama
22. PT Tanjung Enim Lestari Pulp & Paper
23. PT Multi Niaga Kencana Niagatama
24. PT Lucky Indah Keramik.

Kelebihan muatan mempercepat kerusakan jalan, rawan kecelakaan lalu lintas, menghambat perjalanan, memperpendek usia produktif kendaraan barang.(*)
muatan-truk-berat
Dikirim oleh : *Djoko Setijowarno, Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia

Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu…
Klik juga 
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/tirtonadisolo)


Post Author: admin

Leave a Reply