Ancang-ancang Menuju Terminal Tipe A Wouw Jauh Lebih Keren

terminal-wow-keren-lebih
(SOLO,terminaltirtonadi.com)-Kini pengelolaan terminal tipe A diambil oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub). Setelah sebelumnya atau jauh sebelum awal 2017, terminal dikelola oleh pemerintah daerah. Proses pengambilalihan terminal tipe ini, bukan tanpa alasan. Pemerintah melihat memasuki era milenia ini, pelayanan transportasi di Indonesia baik di bandara maupun di stastiun sudah mulai membaik sesuai keinginan masyarakat. Tak mau ketinggalan dengan pelayanan di stasiun dan bandara, terminal bus pun mulai dikemas agar pelayanannya juga memenuhi ekspetasi masyarakat.
Mulai 2017 ini Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar) Kemenhub RI mulai melakukan gebrakkan-gebrakkan. Seperti pembentukan pembentukan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) pada Februari 2017, termasuk di pulau Jateng dan DIY yang dikelola BPTD X. 
Nah, baru-baru ini di Kota Solo, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI menggelar Uji Publik Pengkayaan Draf Materi Kebijakan Dalam Rangka Mewujudkan Terminal Bus A Wow jauh Lebih Keren di Terminal Tirtondi Solo, Rabu, 4 Oktober 2017. 



Uji Publik

Uji publik ini mengundang sejumlah pemangku kepentingan di Terminal Tirtonadi Solo seperti pemilik perusahaan otobus (PO), pejabat pemerintahan setempat, akademisi di Solo, sekaligus pengamat transportasi nasional Djoko Setijowarno.
Uji Publik yang dipimpin langsung oleh Dirjen Prasaran Ir JE Wahjuningrum MT berhasil menghimpun sejumlah masukan, saran, kritik dari stakeholder di Solo. Dimana masukan-masukan ini akan dipakai untuk mendukung rencana Terminal Tipe A Wouw Jauh Lebih Keren. 
Menurut Ir JE Wahjuningrum MT, percepatan terminal A agar lebih wouw juah lebih keren di antaranya adalah dengan institusi terminal dibantu Balai Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) dan pemangku kepentingan ini yang menata fasilitas terminal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di terminal, termasuk perumusan petunjuk pelaksanaan sosial budayanya. 
“Seluruh sektor terminal dikembangkan lebih maju lagi. Tiga bulan terakhir ini, mulai melakukan gebrakan-gebrakan di lapangan. Seperti yang dilakukan kontribuksi aktif, beri masukan sebaik-baiknya dari para stakeholder,” terang Dirjen Prasaran Hubdar Kemenhub ini. 
terminal-wow-lebih-keren.jpg

Pengamat Transportasi Nasional, Djoko Setijowarno mengungkapkan, Di pulau Jawa mobilitas penduduknya lebih tinggi. Apalagi mobilitas penduduk yang tinggal di kota-kota besar jauh dibandingkan wilayah pedesaan, apalagi di luar Jawa. Joko mengusulkan agar ada modifkasi di terminal tipe A, seperti pengadaan tempat istirahat pennumpang.
“Bayangkan bila penumpang yang kemalaman saat masuk terminal tipe A di Kalimantan, Sulawesi atau Sumatera. Mereka harus mencari tempat istirahat sebelum melanjutkan perjalanan. fasilitas inilah yang harus dipenuhi,” katanya.  

Pihaknya juga mendesak agar pemerintah daerah dan swasta dilibat secara langsung untuk terlibat dalam aktivitas terminal. “Terminal yang bagus itu bisa membantu kepala daerah juga. Terminal yang bagus, swasta bisa masuk ke terminal tipe seperti membangung tempat perbelanjaan fasilitas ekenomi. Pemda yang punya BUMD juga oke bila masuk terminal. Nah, kajian swasta mengelola seperti terminal harus diperdalam di balitbang. Terminal di tengah kota, sehingga bisa lebih baik. (bersambung- *) 
Silahkan berikan masukannya di kolom komentar. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk mengKLIK tombol share agar semua orang tahu…
Klik juga 
Like fanpage (https://www.facebook.com/Terminal-Tirtonadi-Solo-136966650170977/)
Ikuti akun twiter  (https://twitter.com/tirtonadisolo)

Post Author: admin

Leave a Reply